Senin, 08 Juni 2009

Munas FLP 2009

Insya Allah tanggal 13-15 Agustus 2009, akan diselenggarakan Munas FLP di Solo....
Selain acara inti, yakni musyawarah nasional, kegiatan itu juga akan disemarakkan dengan berbagai acara seperti pemecahan rekopr MURI, workshop penulisan skenario, seminar dan lainnya.
bagi teman-teman daerah, dipersilakan mendaftar secepatnya ke Humas FLP Jawa Tengah, Eni Widiastuti, 08156710149

Minggu, 07 Juni 2009

Kabar teranyar...



Alhamdulillah setelah sekian lama tak mengisi halaman blog, hari ini jari-jari mungil ini kembali tergerak untuk menuliskan beberapa kata.

Sabtu, 31 Mei 2009, teman-teman dari Salatiga akhirnya melaunching pendirian FLP cabang Salatiga. Acara itu juga dibarengkan dengan pelatihan kepenulisan yang menghadirkan dua pembicara dari FLP Jateng. Yakni Siti Isnaniah dan Aries Adenata.

Minggu, 7 Juni kemarin, teman-teman dari Semarang ngadain Pelat Pulpen di Unnes...Pesertanya lumayan sekitar 50 orang dan mereka sangat antusias mengikuti forum. Di sesi awal, pelatihan diisi oleh Wasekjend FLP Jateng yang juga dosen UNS, Riannawati, yang memberikan materi tentang "Teknik Menulis Fiksi" disambung pemaparan materi oleh Humas FLp Jateng yang juga seorang jurnalis, Eni Widiastuti, yang memberikan tip-tips tentang "Publikasi Karya Tulisan"....
Pada sesi selanjutnya, ada Salim A Fillah yang menjadi bintang tamu dan penulis kolumnis Suara Merdeka...pokoknya seru...Hayo, daerah lain kapan...Tim dari FLP Jateng siap roadshow loh...

Senin, 26 Januari 2009

Agenda FLP....

Oleh: Eni Widiastuti
Solo, Senin, 26 januari 2009

Saat ini, temen-temen di FLP Jawa Tengah, memang sedang cukup disibukkan dengan agenda Munas FLP 2009. Rencananya, agenda akbar ini digelar di kompleks Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, tanggal 3-5 Juli (beberapa hari menjelang Pilpres(9/7))...Meski sebenarnya FLP Jawa tengah hanyalah panitia teknis, namun karena berbagai hal dituntut untuk tidak sekadar menjadi OC....

So, buat temen-temen FLP di manapun berada, mulai nabung ya untuk menyukseskan Munas FLP 2009....
Program lain dari FLP Jawa Tengah yang juga butuh persiapan ekstra, yakni penyelenggaraan Pelat Pulpen di berbagai daerah. yakni:
  • Kebumen, 22 Februari 2009, sekaligus launching FLP cabang Kebumen di aula SMAN 1 Kebumen...
  • Brebes, 9 Maret 2009
  • Semarang, 26 April
Pada rapat rutin Jumat (23/1) kemarin, juga disepakati adanya pembinaan secara lebih intensif kepada temen-temen di FLP cabang. Yaitu:
    • Afifah Afra: Semarang&Brebes
    • Riannawati: Pekalongan&Blora
    • Siti Isnaniah: Pati, banjarnegara
    • Aris&Ranu: Solo&Pemalang
    • Eni Widiastuti: Kebumen&Purwokerto
Insya Allah ke depan, para pembina dari FLP Jateng itu akan lebih intens berkomunikasi dengan teman-teman daerah. Selain itu, juga sedang dipersiapkan kurikulum pembinaan yang semoga semakin mendinamiskan FLP cabang....
Pesan buat temen-temen FLP cabang, jika ada agenda, tolong diiinfokan ke Humas FLP Jateng. Email aja ke wid_keyza@yahoo.com

Aries pimpin FLP Solo

Oleh: Eni Widiastuti
Solo, Senin 26 Januari 2009

Alhamdulillah, Allah SWT akhirnya menggerakkan jari-jari ini untuk kembali mengisi halaman blog FLP Jawa Tengah. Kami akui, cukup lama isinya tak di update karena berbagai alasan. Oleh karena itu, kami sebagai tim pengelola blog, mohon maaf kepada anda semua dan semoga Allah SWT berkenan mengampuni kami juga....Semoga ke depan, blog ini lebih diberdayakan...So, peran teman-teman sangat diharapkan...Kaish comment2 gitu ya...

Kabar teranyar berasal dari FLP Solo. Minggu, 25 Januari 2009, anggota FLP Solo baru saja melaksanakan musyawarah cabang di kantor penerbit Indiva Solo. Agendanya tak lain dan tak bukan, mendengerkan LPJ dari ketua lama, MN Furqon, dan memilih ketua baru.
Meski peserta yang datang hanya sekitar 15 orang, kegiatan itu bisa dikatakan sukses untuk ukuran penyelenggaraan Muscab. Sebelum LPJ, Afifah Afra selaku Ketua FLP wilayah Jawa Tengah memberikan wejangan untuk peserta. Intinya, anggota FLP diminta untuk terus berkarya dengan menghasilkan karya-karya yang mencerdaskan. Ditegaskan, FLP itu bisa diibaratkan sebuah organisasi profesi. Maknanya, jumlah anggota bukanlah prioritas utama FLP, tapi bagaimana orang-orang yang menjadi anggota FLP mampu menghasilkan karya nyata. Tak harus langsung mengarang sebuah novel atau buku yang berlembar-lembar, tapi hal itu harus dimulai dengan karya-karya sederhana seperti cerpen dan artikel yang kemudian dikirimkan ke media.

Setelah itu, MN Furqon pun mempertanggungjawabkan kinerjanya selama 44 bulan. ia menuturkan, di satu setengah tahun pertama, FLP Solo bisa dikatakan cukup eksis. Berbagai program kerja yang dirancang sebelumnya bisa dijalankan. Mulai dari Pelatihan Kepenulisan (Pelat Pulpen), FU Pelat Pulpen dengan berbagai kegiatan, diskusi karya, pengelolaan FLP KId's dan FLP teen's di berbagai sekolah, dan program lainnya.
"Tapi seiring waktu berjalan, kondisinya pun berubah. Minimnya SDM salah satunya karena banyak pengurus yang pindah dari Solo, menjadi salah satu penyebabnya. Pada perjalanan selanjutnya, banyak kegiatan yang tidak terlaksana. Tapi alhamdulillah Pelat Pulpen tetap berjalan sebagai ajang mencari bibit-bibit penulis baru," ujarnya.
Satu catatan penting yang mungkin bisa diambil pelajarannya oleh FLP cabang lainnya pada saat evaluasi LPJ, yakni masalah regenerasi. Pengurus FLP Solo dinilai kurang berhasil mengadakan regenerasi dan menjaga komitmen anggota. Akibatnya banyak alumni Pelat Pulpen yang secara otomatis menjadi anggota FLP Solo, seolah hilang entah kemana. Mereka tak lagi menampakkan batang hidungnya, pasca Pelat Pulpen. Akibat selanjutnya, acara-acara FLP Solo hanya melibatkan beberapa orang saja. Bahkan sang ketua dan salah satu sahabat karibnya (Aries) mengaku sering harus mempersiapkan berbagai acara sendiri. Mulai dari jadi pembicara, sekaligus ngurusin konsumsi.... (aduh, kasihan ya.....Furqon pun menegaskan agar tradisi ini tidak diwariskan pada kepengurusan FLP selanjutnya....)...

Setelah peserta bisa menerima LPJ itu dengan berbagai catatan, acara langsung dilanjutkan dengan pemilihan ketua FLP Solo yang baru. Dari empat calon yang, yakni Aries, Ranu, Rian, Eni, akhirnya si penulis Cerpen "Aku Mirip Nabi Yusuf", Aries Adinata terpilih sebagai Ketua FLP Solo tahun 2009-2011.....(Selamat ya pak ketua, semoga mimpi-mimpi tentang FLP Solo yang lebih bergairah di masa mendatang bisa diwujudkan, insya Allah temen-temen di wilayah akan selalu mendukungmu...)

Usai Salat Duhur, acara dilanjutkan dengan pembahasan tentang arahan FLP Solo ke depan...Subhanallah, banyak mimpi-mimpi indah dari temen-temen FLP Solo...(Semoga mimpi ini juga tertular kepada FLP cabang lainnya....).
Tak hanya ingin menggiatkan kegiatan tulis menulis, FLP Solo juga sedang merancang arahan baru untuk mengikuti berbagai lomba pembuatan film. Sebagai langkah awal, mereka berani ngebon kamera digital baru seharga 2,5 jutaan. Rencaanya, temen-temen FLP Solo akan membuat film dokumentar, indie dan film lainnya yang akan diikutkan dalam berbagai perlombaan.
Satu mimpi indah yang juga patut diacungi jempol dari temen-temen FLP Solo, yakni rencana mereka mengembangkan dunia tulis menulis. tak sekadar menulis cerpen dan novel, mereka pun (dan kita semua) ingin menjadi bagian dari mereka yang mampu menawarkankan sebuah sajian skenario sinetron yang berkualitas dan tentunya penuh dengan pesan moral. Kata Mba Yeni, sebenarnya FLP memiliki modal besar untuk mengganti tayangan sinetron dan FTV yang selama ini dinilai tak bermutu.
"Kita punya ratusan karya yang syarat makna. Soal modal jangan khawatir, saat ini banyak orang kaya yang justru kesusahan untuk memutarkan uangnya. Jadi mimpi untuk membuat skenario drama yang bermutu yang pada gilirannya akan mempengaruhi dunia pertelevisian Indonesia, insya Allah bisa diwujudkan," ujarnya penuh semangat....

Acara ini sekaligus menjadi ajang pamitan bagi ketua FLP Solo lama, MN Furqon. Salah satu artis film "Ketika Cinta Bertasbih" ini berniat hijrah ke Jakarta. Pilihan ini tentu bukan tanpa alasan. Sebagai artis, mobilitasnya tentu akan lebih banyak di Ibukota. So, kita doakan semoga pilihannya untuk terjun ke dunia entertaintmen akan membawa kemaslahatan bagi umat....(nanti jangan pada kaget ya, kalau suatu saat melihat wajahnya nongol di layar kaca...).

Sebagai penutup, saya sampaikan sebuah kalimat sederhana yang dikatakan trainer motivasi, Mario Teguh, saat acara "Golden ways" di Metro TV. Ia katakan, "Bila yang anda lakukan adalah suatu kebaikan, maka bersegeralah dan perhatikan apa yang akan terjadi"

So, buat temen-temen semua pengunjung blog ini, mari kita bersegera melakukan kebaikan apapun...Seorang muslim sejati seharusnya tak pernah merasa memiliki waktu luang, karena tugasnya lebih banyak dari waktu yang twersedia...



Jumat, 05 September 2008

Jaulah ke FLP Semarang

Oleh Afifah Afra
Selasa, 2 September 2008

Hari itu juga bertepatan dengan tanggal 2 Ramadhan. Memanfaatkan undangan dari Telkom, yang difasilitasi Toha Putera Learning Center, pasca membedah buku saya "And The Star is Me" di lantai 8 Gedung Telkom Semarang, siangnya saya langsung cabut ke kost Maria, pengurus FLP Semarang. Taksi blue bird yang saya naiki merambat, menaiki jalan menanjak di Gombel, lalu berbelok menuju Tembalang yang jalannya kian hari kian padat saja... tak sehening saat saya kuliah di sana dulu.

Karena bingung dengan alamat kost Maria (maklum, sudah 6 tahun lebih lulus kuliah), saya memilih turun di depan sebuah warnet, dan telp Maria. Tak sampai semenit, akhwat berjilbab rapi yang asli Chinesse (maksudnya peranakan China totok) itu datang dengan sepeda motornya. Ternyata kost Maria hanya berjarak sekitar 100 meteran. Di sana sudah menunggu Ali, Adisa dan Eri, elit FLP Semarang. Meski udara cukup panas, dan debu-debu beterbangan, kost Maria di Jatisari I cukup sejuk. Ali, dengan bacaan Qurannya yang bagus, melantunkan taujih Rabbani. Hm, kesan religius memang terbangun sangat kental di FLP Semarang. Bahkan untuk pertemuan 5 pasang mata pun tak lupa melantunkan ayat Al-Quran, salut deh!

Setelah tilawah, Adisa pun memberikan waktu untuk saya. Beberapa hal yang terkait dengan program FLP Jateng pun saya paparkan. Mulai dari perapian konsep kaderisasi, penertiban iuran (Semarang punya program 'kencleng FLP' sehari 100 rupiah), rencana pembuatan penerbit nirlaba Pelat Pulpen Publishing, hingga kewajiban membuat taman baca.
"Tempat taman bacanya dimana, Mbak?" tanya Maria, dengan logat Pemalangnya yang medok.
"Bisa dimana saja," jawab saya. "Di kost, atau bahkan bekerja sama dengan takmir masjid."
"Insya Allah tempat sudah ada, Mbak," ujar Ali. "Sebenarnya, masalah terberat kami adalah komitmen, FLP sering menjadi organisasi yang dianaktirikan."
"Iya mbak, FLP itu prioritas nomor 27!" ujar Maria, separuh bergurau.
Waduh! Lantas saya jelaskan, bahwa FLP bukanlah sebuah lembaga main-main. Saya bahkan mencontohkan, untuk fokus di FLP, saya melepas amanah saya di beberapa organisasi dakwah, termasuk menolak jabatan struktural di sebuah parpol Islam.
Memang, sesederhana apapun program, jika tidak dijalankan dengan serius, dengan fokus, hasilnya pasti acak-adut.

Tak terasa, sudah jam 3. Maria yang mengingatkan. Pertemuan yang sederhana namun mampu memicu motivasi untuk tetap komitmen di jalan dakwah bil kalam itu usai. Lega rasanya melihat ada kecerahan di wajah Ali, Adisa, Eri dan Maria. Sayangnya, ketika mengantar ke halte bus, sepeda motor Maria gembos.
"Maaf Mbak, sepedanya gembos," ujar Maria, seperti sangat bersalah. Aku pun tertawa lebar. Sembari kutepuk bahunya, aku pun menenangkan.
"Biar saya naik angkot saja, itu ada tempat tambal ban!"

Akhirnya, aku pun pulas tertidur di bus AC-ekonomi Taruna yang lambannya bukan maen... namun justru memberi kesempatan untuk beristirahat dengan leluasa.
See you next, Semarang!!!

Kamis, 28 Agustus 2008

Selaksa cinta dari Halakoh Kubro

Subhanallah walhamdulillah....
Setelah dipersiapkan sekian pekan, akhirnya kegiatan akbar perdana FLP Jawa Tengah bisa terlaksana, Sabtu-Minggu (23-24 Agustus 2008). Meski tidak semua FLP cabang mengirimkan wakilnya, gelaran Halakah Akbar itu terbilang cukup sukses.
Berikut ini laporannya........

Setelah peserta berkumpul di Rumah Karya Indiva, Jalan Apel II nomor 30 Solo, diadakan sesi perkenalan. Selanjutnya, seorang pakar sastra dari FSSR UNS, Dwi Susanto, mulai membagi ilmunya tentang sastra. Ia menyampaikan makalah cukup panjang berjudul, "Forum Lingkar Pena, Komunitas Berbasis (ideologi) Keislaman?" Kebetulan saat itu saya tidak bisa ikut forum. So, saya hanya bisa menyampaikan isi makalah yang saya minta dari Furqon.
Intinya, setelah memaparkan panjang lebar tentang komunitas seni atau sastra tempo dulu, ia lantas mengupas sedikit sejarah berdirinya FLP, dosen ini juga memberikan beberapa kritik terhadap FLP. Diantaranya penilaian beliau bahwa karya-karya anggota FLP yang pada umumnya memiliki bentuk formal yang setipe ataupun serupa, tema yang sama dan masalah yang ujung-ujungnya sama. Meskipun menggunakan teknik cerita yang berbeda, kesamaan motif dan tata naratif memiliki kecenderungan yang seragam. Menurut para pengamat sastra, karya-karya FLP pada umumnya menampilkan sifat keislaman yang terlalu mencolok....
Benarkah penilaian itu??? Sastrawan FLP lah yang harus menjawabnya dengan karya nyata.....

Malam harinya usai Salat Isya berjamaah, seharusnya adalah sesi Izzatul Jannah yang bertugas memberikan spirit tentang kepenulisan. Tapi karena beliau berhalangan, akhirnya Mba Mutaqwiyati ditodong menjadi penggantinya. Satu hal yang selalu saya ingat dari pernyataan beliau bahwa ketika membuat karya, seorang penulis harus menulisnya dari hati sehingga karya yang dihasilkan juga memiliki ruh tersendiri......

Setelah itu, acara dilanjutkan sharing tentang apa yang terjadi pada FLP cabang. Ternyata temen-temen cabang memang membutuhkan spirit baru. Kata Mba Titaq, FLP Brebes sedang mati suri padahal Mba Yeni berharap FLP cabang bisa menjadi pionir FLP bagian Pantura. Mba Yosi dari Pekalongan bilang, FLP Pekalongan selama ini lebih dekat ke pusat dan ada sekitar 8 orang yang aktif. Kata Maria, FLP Semarang sedang dirundung duka karena ada sedikit beban yang belum menemukan jalan keluarnya. Kalau FLP Purwodadi, kata Bang Eddy masih menunggu kader mutasi, tapi mereka mentargetkan sebelum 2009, kepengurusan sudah terbentuk. FLP Sukoharjo yang dipandegani Ranu Muda harus sedikit bersabar karena baru mau dibentuk, Sementara FLP Banjarnegara menurut De Devvi sedang beku. Kata Fros, FLP Purwokerto ibarat bayi mungil yang mulai belajar jalan, selama ini kegiatan baru sebatas diskusi.
Dan yang pasti FLP Solo yang diketuai (calon) artis, MN Furqon, kondisinya relatif lebih baik daripada FLP cabang lainnya. Maklum saja, FLP Solo adalah gudang penulis bertalenta. Jadi relatif mudah bagi mereka untuk menggerakkkan roda organisasinya. Kata Furqon, FLP Solo baru saja mengadakan Pelat Pulpen (Pelatihan Kepenulisan Lingkar Pena) I. Kegiatan ini diikuti para calon penulis...sekaligus sebagai persiapan menjelang digelarnya Munas FLP 2009 di solo.

Satu hal yang patut ditiru FLP cabang lainnya dari FLP Solo yakni model penggalian dana yang mereka lakukan. Kata Ranu dan Furqon, FLP Solo selama ini menjalin kerjasama dengan beberapa sekolah untuk ngadain bimbingan kepenulisan. Ada FLP kids dan FLP teen. Lumayan lho hasilnya...sampai-sampai pengurus tidak perlu mengeluarkan sejumlah uang ketika mereka pergi ke Jakarta untuk mengikuti Silnas. Tentang hal ini Mba Yeni berkomentar, kalau memang bisa profesional, tak ada salahnya menerima imbalan dari bimbingan yang dilakukan. Toh uangnya buat hal yang bermanfaat juga....Hayo, FLP mana yang mau meniru....kemarin sih Mba Titaq langsung tertarik...

Pagi harinya, acara koordinasi FLP Jateng dan cabang terus berlanjut....dari hasil diskusi panjang...disepakati beberapa hal:
  • FLP cabang harus segera menyelenggarakan Pelat Pulpen I untuk merekrut kader FLP baru, usahakan FLP cabang punya rumah baca yang sekaligus sebagai sekretariat FLP
  • FLP Jateng harus segera membuat pola kaderisasi secara rinci
  • Iuran anggota FLP digiatkan lagi dengan besaran Rp 3000/orang. Pembagiannya, 50% masuk ke cabang, 30% masuk wilayah dan 20% masuk pusat
  • Sekjen FLP Jateng, Mba Rian minta bantuan temen-temen cabang untuk mendata anggotanya yang telah menjadi anggota muda/lulus Pelat Pulpen I untuk pengadaan KTA, kegiatan dan karya FLP cabang dikirimkan ke FLP Jateng
  • Humas FLP jateng, Eni berharap temen-temen cabang rajin membuka blog FLP Jetang. Insya Allah blog akan menjadi sarana komunikasi dan infromasi antara wilayah dan cabang. Jika FLP cabang punya kegiatan tertentu, diminta segera mengirimkan ke email wid_keyza@yahoo.com.

Karena tahun 2009 FLP Jateng dapet amanah sebagai penyelenggara Munas FLP, kemarin gelaran halakah Akbar ditutup dengan pembantukan panitia inti Munas FLP
Susunan pengurusnya sbb:
    • Ketua: Afifah Afra
      • Sekretaris: Aries Adenata, Iffah Norr Chasanah
      • Bendahara: Riannawati
      • Sie Acara: MN Furqon
      • Sie Dana: Ranu Muda, Reza Pahlevi
      • Sie Humas: Eni Widi, Fahrur Rozie
Alhamdulillah sekitar jam 12 siang, seluruh rangkian acara berakhir. Setelah makan siang bersama, beberapa peserta pulang ke daerah masing-masing. Tapi ada juga yang masih kuat jalan-jalan ke Gramedia...

Selasa, 12 Agustus 2008

Undangan Halakoh Kubro

No. : 002/FLP Jateng /VIII/2008

Hal : Pemberitahuan rencana Halaqoh Akbar FLP Jateng

Lamp. : 2 lembar

Kepada Yth.

Ketua FLP Cabang Wilayah Jateng

Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW. Wa ba’du.

Sehubungan dengan akan diadakannya Halaqah Akbar FLP Jawa Tengah di Solo pada:

Hari/tanggal : Sabtu-Ahad, 23-24 Agustus 2008

Waktu : 12.00 WIB (tiba di tempat)

Tempat : Kantor Indiva Jl. Apel II No. 30 Jajar Solo

mohon setiap pengurus FLP Cabang di wilayah Jateng untuk mengirimkan 3 orang pengurus (diutamakan ketua dan kaderisasi). Sebagai pemberitahuan, biaya akomodasi (makan, penginapan dll.) selama di Solo, semua menjadi tanggungan panitia. Akan tetapi, biaya transportasi menuju Solo ditanggung oleh peserta atau dari FLP Cabang masing-masing.

Untuk konfirmasi delegasi yang akan diberangkatkan, mohon dikirim biodata kepada panitia Halaqoh Akbar Jateng, serta pemberitahuan kepada FLP Jateng via email (wid_keyza@yahoo.com)/ SMS (0815-6710149).

Atas kerjasamanya, kami ucapkan jazzaakumullahu khairan katsiron.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Hormat kami,

Ketua FLP Jateng

Yeni Mulati, S.Si

NB:

Mohon membawa:

1. Data anggota riil (form terlampir) dan struktur kepengurusan cabang

2. Catatan kegiatan, kemajuan program dan evaluasi masing-masing cabang